Pages

14 January, 2008

Seri Perencanaan Bangunan - Desain Pondasi

Beberapa hari yang lalu ada email yang masuk ke saya, inti dari email itu adalah meminta contoh desain pondasi. Sebenarnya ketika akan merencanakan sebuah bangunan gedung, tidak bisa dilakukan secara parsial. Misalnya hanya meminta contoh desain pondasi, sloof (balok ikat), plat tangga, plat lantai, plat atap, kolom, balok, kuda-kuda, dsb. Ketika berbicara soal perencanaan bangunan, maka kita harus membahas masalah tersebut secara luas. Yang saya maksud adalah, dimulai dari penentuan titik-titik pondasi, mendata kolom (kolom arah melintang, memanjang, kemudian memberi notasi/abjad, dsb). Tetapi ketika persyaratan itu harus dipenuhi, maka jalan yang kita tempuh sangat panjang, dan itu tidak mungkin dilakukan/dibahas didalam website ini.

Sekarang kita asumsikan saja, anda telah memiliki semua syarat diatas, dan anda hanya membutuhkan contoh desain pondasi. Diartikel kali ini, kita akan membahas tentang perencaan pondasi. Kasus yang diambil adalah perencaan pondasi jenis Foot Plate. Berikut adalah contoh perencanaan pondasi foot plate dimana tinjauannya adalah pada titik K2 (Perencanaan pondasi dibawah kolom K2) :








Hasil dari perhitungan pondasi diatas, selanjutnya dituangkan dalam gambar detail pondasi seperti gambar berikut ini :

(Gbr - Detail Foot plate)

Untuk perencanaan pondasi pada titik-titik yang lain, caranya kurang lebih sama. Tinggal ada data saja berapa jumlah titik kolom yang ada didalam layout bangunan yang akan anda rencanakan pondasinya. Demikianlah seri perencanaan bangunan kita kali ini, pada artikel yang berikutnya, kita akan membahas tentang perencanaan sloof (balok ikat), perencanaan kolom, balok, pelat, dan rangka atap. Semoga artikel kali ini dapat memberi manfaat buat kita semua..

Artikel lain yang mungkin terkait adalah : Desain Arsitektur dan Biaya Produksi Bangunan, Menghitung Analisa Harga Satuan, Menghitung Volume Pekerjaan, RAB (Rencana Anggaran dan Biaya).







2 comments:

ady said...

artikelnya bagus, cuman untuk org2 non teknik akan kesulitan menerapkan rumus2 seperti diatas,
ada tidak perhitungan cepat menetukan dimensi pondasi,kedalaman galian, besarnya besi?

Architectaria -feat- A M A said...

@Pak Ady : Kalau yg dimaksud mnenetukan dimensi pondasi, kedalaman, daya dukung, ukuran besi tulangan, memang harus dihitung secara teknis. Tidak bisa menggunakan cara cepat, apalagi asumsi. Kecuali kalau bangunan yg tidak terlalu masif (ukuran rumah tidak terlalu besar, tinggi misal hanya 1 lantai) biasanya pekerja/tukang membuat pondasi menerus yg tidak dihitung/direncanakan.. Mereka biasa meniru atau melakukan pengulangan desain2 sebelumnya.

Semoga menjawab pertanyaan pak ady..Salam :)